Tarif wanita panggilan jakarta pusat

Berapa sebenarnya tarif untuk booking wanita panggilan di jakarta pusat? Beragam jawaban akan sangat selaras dengan pertanyaan simpel ini, dimana masing masing tanggapan mengandung makna dan maksud yang berbeda beda. 

Kalau yang dibicarakan adalah barang mati maka manusia cendrung menilai dari sudut pandang tampilan casingnya, fiturnya dan keunggulan yang dimiliki.

Tetapi bagaimana cara yang tepat untuk menilai perempuan panggilan, apakah indikator yang dibuat untuk menentukan kualitas produk juga berlaku pada wanita? 

Wanita tetaplah wanita, tak bisa disamakan dengan barang buatan manusia. Secanggih apapun fitur yang ada pada gadget mutahir maka tak akan pernah bisa menyamai keunggulan yang terdapat pada perempuan, (maaf...) meski ada sebagian cewek yang menggadaikan dirinya demi mendapatkan gadget terbaru.

Bicara urusan tarif yang berlaku pada wanita panggilan di jakarta maka bisa membuat anda mengeryitkan dahi atau bahkan geleng geleng kepala. Disini kita jangan terburu berburuk sangka terlebih dahulu, namun mari bicara dengan sudut pandang seorang perempuan yang menjalani profesi sebagai cewek panggilan.

Sebut saja misalnya S, ia tak pernah membayangkan dirinya bisa berubah drastis setelah berpisah dengan mantan pacarnya di kampung. Rasa sakit yang teralamat dalam membuat dia menjauh dari lingkungan dan memilih untuk mengadu nasib di Jakarta.

Jika diukur dari kehidupannya pada saat di kampung maka S tidak berasal dari kalangan bawah, orang tuanya terbilang mampu , bahkan ada 2 kakaknya yang menjadi pegawai pada perusahaan besar dan bisa dibilang hidup berkecukupan.

S memutuskan pergi ke jakarta, ia ingin melupakan kejadian yang teramat mengecewakan dengan eks kekasihnya yang dulu. Sayangnya jakarta tak seindah yang dibayangkan oleh angan angannnya, kesana kemari ia mengajukan lamaran kerja tetapi selalu saja ditolak. 

Ia terus mencari kerja, sementara pada masa masa pencarian ini S harus tinggal di kos kosan temannya yang sangat sempit. Setelah 15 menunggu, akhirnya salah satu lamarannya diterima oleh salah satu perusahaan, ia mendapatkan pekerjaan sebagai admin ringan pada instansi swasta di jakarta.

Dari tutur katanya yang pandai bicara maka anda juga akan menebak kalau dia memang pintar dan mampu meyakinkan orang lain. S kemudian bercerita mengapa dia sampai terjebak saat menjalin hubungan asmara dengan atasannya. 

S tahu bahwa atasannya ini sudad berkeluarga, tetapi entah mengapa ia akhirnya luluh dengan rayuan seorang pria hingga hampir 2 tahu ia menjalin hubungan gelap dengan pimpinannya. Tetapi apa yang dilakukan S hanya sebagai bentuk pelampiasan, ia merasa hidupnya sudah hancur dan tak punya masa depan. 

Di tempat kerja ternyata yang menyukai S tak hanya satu, tetapi rekan rekan kerjanya secara diam diam juga menyukai S. Karena iming iming uang yang sangat besar dan fasilitas lain yang tak kalah menarik maka S pun terlibat affair dengan sesama kerjanya. Saat kasusnya terbongkar maka ia memilih untuk keluar, tetapi ia masih tetap menjalin hubungan gelap dengan rekan rekan kerjanya dan mitra perusahaan lain.

Dalam perkembangan yang lebih jauh , S akhirnya berubah menjadi wanita panggilan, ia tak mempermasalahkan siapa yang memanggil, kalau cocok dengan tarif yang ia berlakukan maka saat itu juga deal terjadi. S mengakui bahwa dalam sehari ia bisa mengantongi uang antara 1 hingga 2 juta rupiah atau kalau dihitung maka sekitar 30 jutaan per bulan.

Wouw... jumlah yang sangat fantastis bukan? Gaji manajer perusahaan menengah saja gak sampai segitu atau bahkan pegawai yang telah lama mengabdi pada perusahaan pun tak pernah menikmati gaji hingga puluhan juta per bulan.

Sementara S hanya dengan melayani 2 atau 3 pria maka uang hingga 3 juta sukses masuk kantong. Dengan kata lain selama S menjalani pekerjaanya sebagai wanita panggilan di jakarta maka ia menetapkan tarif minimal satu juta rupiah untuk sekali main. 

Tentunya ada perempuan panggilan yang tarifnya di bawah satu juta atau malah hanya beberapa puluh ribu saja. Penetuan dasar untuk tarif tidak hanya berlaku pada tarif dasar listrik dan telepon yang biasa kita ketahui dari PLN dan Telkom. Tetapi dalam kehidupan nyata ini juga ada tarif terselubung yang melingkupi kehidupan wanita wanita panggilan. Terima kasih